Berkeliling Masjidil Haram Dan Kota Makkah. Umrah Story Part 3 (Makkah)


Kita lanjut lagi dongeng umrah nya yuk. Alhamdulilah, setelah beberapa hari di Kota Suci Madinah Al-Munawwarah rombongan kami melanjutkan perjalanan ke kota suci selanjutnya adalah Makkah. Dimana di kota Makkah ini kita akan melaksanakan rukun yang utama dalam aktivitas ibadah Umrah. Karena sebagian besar rukun umrah dilakukan di masjid yang menjadi pusat kiblat umat muslim seluruh dunia adalah Masjidil Haram.

Pemandangan saat perjalanan Madinah - Mekkah

Perjalanan Madinah - Makkah sekitar 4,5 - 5 jam dengan menempuh jarak 443 km. Saat berangkat dari hotel dari Madinah umumnya kita diusulkan telah memakai pakaian ihram. Saat ditengah perjalanan kita akan ambil miqat, shalat sunnah 2 rakaat dan niat ihram/umrah di masjid Bir Ali yang letaknya tidak jauh dari Madinah, sekitar 11 km menempuh 15 menit perjalanan.

Saat ambil miqat di Masjid Bir Ali

Setelah ambil miqat di Masjid Bir Ali, kitapun melanjutkan perjalanan kembali ke kota Makkah. Bis yang mengirim kami cuma berhenti 1 kali di rest area untuk beristirahat. kami memasuki kota Makkah ketika waktu telah malam, kami pribadi menuju hotel kawasan kami menginap, Azka Al-Safa Hotel. Perjalanan cukup melelahkan alasannya 443 km itu jikalau di Indonesia jauhnya seperti perjalanan Jakarta - Semarang, kami diberi waktu untuk beristirahat dan makan malam sambil tetap dalam kedaan ihram.

Hotel Azka Al Safa

Setelah beristirahat dan makan kami lanjut menuju ke masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah inti dari umrah adalah Thawaf, Sa'i, dan Tahalul. Suasana di kota ini sangat berlainan dengan kota Madinah. Gemerlap lampu dari gedung-gedung disekitar masjidil Haram menyambut kedatangan kami.


Gemerlap lampu kota Makkah dan Masjidil Haram

Sesampainya di masjidil Haram, kami berkumpul di depan WC3. Kenapa kumpul disini? Karena dari hotel kami pintu masuk terdekat ke masjidil Haram ada di depan WC3 ini. Biasanya daerah ini menjadi titik kumpul para jamaah umrah. Oiya usahakan sebelum berangkat ke masjidil Haram kalian direkomendasikan sudah buang air kecil dan mengambil wudhu di hotel. Karena sama seperti di madjid Nabawi, di dalam masjidil Haram juga tidak ada toilet, semua toilet ada di sisi luar masjid, jadi bila mau buang air kecil atau wudhu jauh jaraknya. Tempat wudhu bahwasanya ada juga beberapa yang di dalam masjid cuma tempatnya agak tersembunyi dibawah tangga. Oleh karena itu jangan minum terlampau banyak, alasannya jikalau terlalu banyak minum umumnya akan menimbulkan keinginan ingin vivis itu muncul. Jangan kuatir kehausan sebab di di dalam masjid juga banyak tersedia air Zam-zam. Sebaiknya minum setelah ibadah inti umrah tamat (sehabis tahalul).


Alhamdulilah, Thawaf dan Sa'i telah kami lakukan dengan tanpa kendala. Lalu dilanjutkan dengan Tahallul sebagai penutup. Maaf aku tidak banyak mengambil foto ketika ibadah inti ini diakarenakan ingin konsentrasi mengikuti step by step nya yang dipandu oleh seorang muthawwif. Jadi aku mengambil foto pada ketika terakhir saja (tahallul).

Jalur Sa'i bawah


Tahalul selaku epilog rukun umrah

Tempat Sa'i atau lari-lari kecil antara buki Safa dan Marwa itu ada 2 jalur. Satu di lantai atas, satu lagi di lantai bawah tanah. kebetulan kami umrah pertama ini berkesempatan Sa'i di lantai bawah tanah. Untuk umrah ke-2 nya gres kami melaksanakan Sa'i di lantai atas.

 setelah beberapa hari di Kota Suci Madinah Al Berkeliling Masjidil Haram dan Kota Makkah. Umrah Story Part 3 (Makkah)
Tempat Sa'i atas (sumber foto : Tripadvisor)

Untuk yang tidak kuat jalan atau telah umur masjidil Haram juga menyediakan "ojek" dorong kursi roda, ya tentunya nego dengan harga yang pas saja. Atau bila memang kita membawa orang bau tanah yang telah sepuh, biasanya dari travel juga memperlihatkan jasa dorong sekaligus jadi pembimbing dalam ibadah umrah ini. Sebaiknya kita gunakan saja jasa ini (khususnya ketika umroh pertama) alasannya adalah jalur orang biasa dan kursi roda berlawanan, jadi kita yang sehat bisa lebih fokus ibadahnya.

View Ka'bah dari lantai 2 Masjidil Haram

Saat melakukan umrah ke-2 atau ibadah biasa pastinya kita sudah hafal jalurnya dan urutannya, kita bisa dorong sendiri bangku rodanya. Agak tricky sebetulnya jika kita mau membawa orang renta kita yang memakai dingklik roda ke bawah akrab Ka'bah, alasannya adalah Askar niscaya tidak mengizinkan menjinjing kursi roda ke kawasan ini, mereka pasti memerintahkan kita lewat jalur di lantai 2, tapi jangan kuatir alasannya masjidil Haram pintunya banyak, ada beberapa pintu masuk yang tidak dijaga. Cuma memang mirip yang saya bilang tadi agak perlu trik dan "usaha lebih" untuk sampai ke akrab ka'bah dengan kursi roda. Pengalaman kami sekalinya ketemu pintu yang tidak dijaga mesti melalui anak tangga, dan orang tua kami pun terpaksa turun dari bangku roda dan menuruni tangga tersebut. Alhamdulilah kami bisa hingga di dekat ka'bah dengan kondusif.


Pengalaman ibadah di Masjdil Haram ini sangatlah luat biasa. Pertama kali melihat Ka'bah dengan mata kepala sendiri ialah momen yang sulit dilupakan, tak terasa air mata menetes, teringat semua dosa-dosa yang telah kita lakukan, suka-duka selama hidup kita, semuanya. Disinilah saatnya kita memohon ampun, memanjatkan doa dan bersyukur atas semua lezat-Nya. Perasaan kita berada dekat sekali dengan-Nya. Masya Allah tabarakallah.


Setelah akhir ibadah inti, kami pun kembali ke hotel dan beristirahat. Hari-hari berikutnya ada city tour dan waktu bebas. Saat waktu bebas kita bisa manfaatkan untuk berkeliling di sekeliling masjidil Haram. Ada banyak tempat-daerah menarik yang mampu kita datangi. Seperti rumah tempat dimana Rasulullah dilahirkan yang kini dibentuk menjadi perpustakaan.

Bangunan perpustakaan dibelakang kami dulunya ialah rumah daerah dimana Rasullulah dilahirkan

Disebelah bangunan tersebut terdapat daerah penampungan air Zamzam. Kita juga mampu mengambil air atau basuh wajah dan berwudhu disini.

Tempat penampungan dan pengambilan air Zamzam

Di erat situ juga terdapat salah satu gedung atau istana milik kerajaan Saudi Arabia yang berjulukan Al Safa Royal Palace. Disini sepertinya selain menjadi kawasan Raja juga menjadi tempat para Imam Masjidil Haram beristirahat sebelum memasuki Masjid. Para tamu kerajaan dari negara-negara muslim pun mampu dijamu di tempat ini.

Al Safa Royal Palace (Salah satu istana Raja Salman)

Disekitar Masjidil Haram juga kita akan menyaksikan berbagai burung dara/merpati yang dilepas bebas. Kita bisa berfoto atau juga memberi makan burung dara tesebut.

Bermain bersama burung dara

Di dekat Masjidil Haram juga terdapat beberapa sentra perbelanjaan atau mall. Seperti yang terdapat di Abraj Al Bait atau umumdisebut Zamzam Tower.

Mall Zamzam Tower


Atau juga bila kita ingin mencoba kedai makanan franchise yang lagi ngetren di Saudi yang bernama Albaik ada di sekeliling masjidil Haram. Namun jika yang di erat masjid Albaik nya betipe Express atau tidak menawarkan daerah makan khusus dalam kedai makanan, menunya pun tidak terdapat ayam goreng potongan mirip di KFC atau McD. Lebih ke mirip cemilan mirip nugget dan kentang. Jika ingin Albaik ayam mesti membelinya di kedai makanan Albaik yang agak jauh dari Masjidil Haram. Oiya buat yang suka pedes, kalian ga akan mendapatkan saus cabe disini, hanya ada saus tomat.

Albaik Express di erat Masjidil Haram. Antrian laki-lagi dan perempuan dipisah.

Keliatannya kaya cemilan, tetapi ini mengenyangkan loh

Atau bila lagi malas jalan jauh mampu juga kita berkeliling di sekitar hotel kita. Banyak terdapat juga toko-toko yang menjual buah tangan, baju, pernak pernik, bahkan juga kuliner.

Jalanan di sekeliling hotel Azka

Edisi kangen makan mie, ternyata Indomie (Pop Mie) versi Saudi ini telah bikinan sana. Makara jangan heran kalau rasanya agak berbeda ya.

Selain berkeliling disekitar masjidil Haram, lazimnya dari travel juga akan diajak untuk City Tour. Kita akan diajak ke kawasan-kawasan bersejarah seperti ke Jabal Tsur, Jabal Nur. Kita juga diajak berkeliling ke fasilitas untuk ibadah Haji mirip ke padang Arafah, Mina, dan Jabal Rahmah.


Jabal Tsur

Jabal Rahmah

Jannatul Mualla atau Kuburan Ma'la

Sepertinya sekian dulu yang mampu aku share, sebenernya ada lagi sih yang ingin aku dongeng cuma tampaknya akan dibuatkan artikel terpisah saja. Saya doakan yang membaca blog ini mampu melaksanakan ibadah haji dan umrah bareng keluarga. Amiiin...





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Segmentasi, Targeting Dan Positioning Penjualan Jasa Usaha Catering

Gunung Tangkuban Perahu

Strategi Distribusi Layanan Catering